Langsung ke konten utama

Gen Z Menganggur 3 Tahun Meski Sudah Kirim 300 Lamaran! Ada Apa dengan Dunia Kerja Sekarang?

Ibu Putri Wakil Bupati Garut Kesal Marak Pungli di Kabupaten Garut: "Sampai Hati Pelayanan Publik Dirusak!

    


     Pungutan liar (pungli) kembali menjadi sorotan tajam di Kabupaten Garut. Berbagai keluhan masyarakat bermunculan, mulai dari tempat wisata, sekolah, puskesmas, hingga kantor-kantor pelayanan publik. Fenomena ini tidak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga memicu kemarahan Bupati Garut yang secara tegas menyatakan kekecewaannya atas maraknya praktik pungli yang mencoreng nama baik pemerintahan daerah.

   Dalam sebuah pertemuan internal dengan pejabat dinas dan tokoh masyarakat, Bupati Garut menyampaikan kekesalannya terhadap masih menjamurnya pungutan liar yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Ia menilai bahwa pungli bukan hanya tindakan melanggar hukum, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap pelayanan publik yang seharusnya bersih dan transparan.


> “Saya malu dan sangat kecewa. Masa di sekolah ada pungli, di puskesmas minta uang ini-itu, di kantor pelayanan juga ada pungutan tak resmi? Kita kerja buat melayani, bukan buat merampas hak rakyat!” tegas Bupati Garut dalam rapat koordinasi, Senin (7/7/2025).

Keluhan warga pun bermunculan di media sosial, memperlihatkan bagaimana pungli menyusup di berbagai lini kehidupan. Seorang warga menyindir keras melalui unggahan Instagram:

> “Di tempat wisata, PUNGLI. Di sekolah, PUNGLI. Di puskesmas, PUNGLI. Di kantor publik, PUNGLI. CCTV-nya harus sampai titik hati manusianya!”

Bupati juga memerintahkan instansi terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak dan membuka kanal pengaduan khusus bagi masyarakat yang menjadi korban pungli. Ia menjanjikan tindakan tegas bagi siapapun yang terbukti terlibat, tanpa pandang bulu.

> “Jangan sampai masyarakat muak dan kehilangan kepercayaan. Jika tak bisa bekerja bersih, silakan angkat kaki dari pemerintahan ini,” lanjutnya.


    Praktik pungli merupakan penyakit birokrasi yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya. Bupati Garut menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas hal ini, namun tantangan besar tetap ada di lapangan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat hukum untuk menjaga pelayanan publik tetap bersih dan profesional. Semoga langkah tegas ini menjadi awal perubahan menuju Garut yang lebih jujur, adil, dan bermartabat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Bullying dan Guru Jahat! Siswa Ini Dipermalukan Sebelum Meninggal Dunia”

> Orangtua Hanya Bisa Menangis… “Anak Saya Tidak Pernah Mengadu, Tapi Terlalu Sakit untuk Bertahan”        Garut kembali berduka. Seorang siswa SMA berprestasi yang dikenal pendiam dan baik hati, ditemukan tak bernyawa di rumahnya tepat pada hari pertama ia harus memulai sekolah baru. Di balik senyum yang ia sembunyikan, ternyata tersimpan luka akibat perundungan brutal di lingkungan sekolah lamanya. Fakta demi fakta terkuak, dan masyarakat pun terperangah: Benarkah teman-teman sekelas dan gurunya ikut berperan dalam tragedi ini? 🔴 Kronologi Mengerikan di Balik Wajah Lugu P   Korban berinisial P (16 tahun), siswa kelas X di salah satu SMA di Garut.      Ia dituduh teman-temannya sebagai pelapor kasus vape, padahal tak pernah melaporkannya.       Tuduhan palsu itu memicu penghinaan, pengucilan, hingga pengeroyokan di dalam kelas. Bahkan beberapa siswa menganiayanya secara fisik.      Saat ia mencoba menyelamatkan ...

Tak Perlu ke Kantor Desa, Urus Surat Pindah Penduduk Kini Bisa dari Rumah!

   Di zaman serba digital seperti sekarang, mengurus administrasi kependudukan tak lagi harus ribet. Salah satu kemudahan yang kini bisa dinikmati masyarakat adalah pengurusan surat pindah penduduk tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Cukup dari rumah, prosesnya cepat, mudah, dan praktis!      Dulu, warga yang ingin pindah domisili harus meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor desa atau kelurahan, mengantre, dan menunggu proses yang cukup panjang. Namun kini, berkat inovasi layanan digital dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), semua bisa dilakukan secara online.      Beberapa daerah di Indonesia telah menyediakan layanan pengurusan surat pindah secara daring melalui website resmi Disdukcapil kabupaten/kota masing-masing atau lewat aplikasi seperti DUKCAPIL ONLINE atau SIPINDUK (Sistem Informasi Pelayanan Penduduk). Berikut langkah-langkah umum yang bisa diikuti: 1. Masuk ke website/aplikasi resmi Disdukcapil tempat...

Fenomena Api Biru di Gunung Papandayan, 12 Juli: Keindahan Alam yang Langka dan Misterius

          Pada tanggal 12 Juli 2025, Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali mencuri perhatian publik. Bukan karena aktivitas vulkanik yang mengancam, tetapi karena kemunculan fenomena langka berupa “api biru” yang terlihat di sekitar kawah aktif gunung tersebut. Fenomena ini langsung menghebohkan masyarakat sekitar, pendaki, serta para pemerhati alam dan geologi.         Api biru atau blue flame adalah fenomena alam yang jarang terjadi dan biasanya hanya bisa ditemukan di beberapa tempat di dunia, salah satunya di Kawah Ijen, Banyuwangi. Kemunculannya di Gunung Papandayan mengejutkan banyak pihak karena selama ini gunung tersebut tidak dikenal sebagai lokasi munculnya api biru.         Menurut kesaksian beberapa pendaki yang berada di lokasi pada malam hari, cahaya biru tersebut mulai terlihat sejak pukul 02.00 dini hari, muncul dari celah-celah batu di sekitar Kawah Mas dan Kawah Baru. Api biru itu tamp...